SDN KONDANGJAYA III

Jumat, 26 April 2019

SDN Kondangjaya III Pengagas Pembiasaan Salat Dhuha Berjamaah dalam Membangun Karakter Religius Siswa di Kecamatan Karawang Timur






".....Ya Allah, jika rezeki aku masih di langit maka turunkanlah, jika ada di dalam bumi maka keluarkanlah, jika sulit maka mudahkanlah, apabila itu haram maka sucikanlah, jika jauh maka dekatkanlah. ..."
 Itulah penggalan do'a siswa-siswi di SDN Kondangjaya 3 dibimbing oleh para guru setelah selesai melaksanakan sholat dhuha. Kegiatan sholat dhuha ini dilaksanakan setiap hari Jum'at. Mulai pukul 07.00 sampai dengan 07.15 WIB dilanjutkan dengan kegiatan literasi selama lima belas menit sebelum kegiatan belajar belajar dimula pada pukul 07.30 WIB.
Program kegiatan pembiasaan sholat dhuha ini mulai di gagas dan didukung dewan guru .serta komite sekolah pada tahun pelajaran baru 2017/2018. Hal ini dilaksanakan dalam rangka merealisasikan visi dan misi dengan salah satu tujuan sekolah yaitu membangun kepribadian siswa yang religius. Mengambil istilah "banyak jalan menuju roma" diartikan ''banyak jalan menuju religius." Sebelum program pembiasaan sholat dhuha dilaksanakan, berbagai program sekait itu telah direncanakan dan dilaksanakan. Diantaranya pembacaan surat-surat pendek sebelum belajar, sholat dzuhur berjamaah, dan penerapan wajib menggunakan seragam muslim pada hari Jum'at serta himbauan pakaian seragam muslim untuk hari-hari efektif lainnya. Mengingat sekolah ini bukanlah sekolah madrasah. Namun mayoritas siswa-siswi beragama Islam.
Hal pertama yang menjadi dasar pertimbangan saya menggagas program pembiasaan sholat dhuha berjamaah ini, dan kaitannya dengan melaksanakan visi misi sekolah yakni didukung motto yang saya terapkan di sekolah. Motto tersebut adalah "Sekolahku adalah Surgaku".
Banyak jalan terbentang untuk menjadikan siswa-siswi menjadi siswa yang religius. Banyak cara menuju surga. Sekolah tempat bertugas adalah salah satu ladang yang dapat dijadikan sarana untuk membuka pintu surga-Nya Allah. Dengan mengajak, mengarahkan dan membimbing siswa dalam melaksanakan sholat dhuha, saya yakin pahala akan terus mengalir. 
Apalagi jika para siswa beberapa tahun, sepuluh atau dua puluh tahun ke depan siswa masih terus membiasakan sholat dhuha, hal itu akan menjadikan amalan dan pahala yang tidak akan putus bagi yang telah mengajarkan dan mendidiknya. Hal itu yang selalu saya yakini sehingga program itu harus tetap dilaksanakan. Meskipun banyak hambatan dan tantangan yang selalu menghadang.
Pertimbangan lain adalah mengenalkan dan menerapkan pembiasaan kepada siswa-siswi untuk selalu melaksanakan sholat sunnah, khususnya sholat sunnah dhuha dengan bimbingan para guru wali kelas maupun guru mata pelajaran. 
Dengan demikian sedikitnya telah ikut melaksanakan program pemerintah tentang PPK (Penguatan Pendidikan Karakter) meskipun seharusnya program PPK ini menyatu dengan penerapan Kurikulum 2013.
Awal penetapan program sholat sunnah dhuha berjamaah tidaklah serta merta.  kepala sekolah, guru-guru  mengadakan rapat dinas sekolah. Berbagai argumentasi telah dipertimbangkan secara matang. Sudah tentu beberapa komitmen harus disepakati dalam mensukseskan program ini. 
Di antaranya, dewan guru harus hadir lebih pagi, pengawasan terhadap siswa harus intensif. Terutama pada saat sholat berlangsung. Hal ini dilakukan untuk menghindari siswa saling bercanda pada saat sholat. Untuk pengawasan ini diterapkan guru piket secara bergiliran. Sementara guru-guru yang lain ikut melaksanakan sholat dhuha berjamaah bersama-sama siswa. 
Dengan demikian siswa akan merasa tentram dan nyaman saat kegiatan didampingi oleh gurunya. Dalam hal ini guru telah memberikan tauladan buat para siswanya. Itulah beberapa komitmen dengan dewan guru yang harus disepakati.
Hasil pertemuan dengan dewan guru dan seluruh karyawan di sekolah, program ini dikonfirmasikan kepada dewan komite sekolah. Selanjutnya pihak sekolah bekerjasama dengan dewan komite mengadakan sosialisasi kepada para orang tua siswa. Pada saat sosialisasi berlangsung, tidak semua orang tua siswa langsung menerima. 
Terutama orang tua kelas satu yang keberatan anaknya ikut sholat dhuha berjamaah. Pertimbangannya, siswanya kerepotan pada saat melepas dan memasang tali sepatu, siswa belum hafal bacaan-bacaan sholat, dan lain sebagainya alasan mereka utarakan. Namun demikian setelah diberikan penjelasan tentang pelaksanaan program ini terhadap para orang tua yang agak keberatan, akhirnya mereka bisa memahami dan menerima. Pada intinya, pihak sekolah ingin menerapkan pembiasaan sholat dhuha dengan tujuan membangun pengembangan karakter siswa dalam aspek religius dengan dilandasi motto sekolahku adalah surgaku bisa terealisasi. 
Oleh karena itu program sekolah sebagus apapun jika tidak ada dukungan dan komitmen dari dewan guru, komite sekolah dan orang tua siswa tak akan terlaksana dengan maksimal. Sudah tentu hasilnya juga tidak akan optimal.
Dengan diiringi ucapan "Bismillah..." pada awal bulan pertama di tahun pelajaran baru 2017/2018 tepatnya bulan Juli,  program sholat berjamaah di SDN Kondangjaya 3 dimulai. Antusias luar biasa yang ditampilkan para siswa, wajah yang sumringah, muka-muka yang berseri, bercahaya karena terbasuh air wudhu. Mushola sekolah tampak dipenuhi para siswa dengan pakaian sholat lengkapnya. Samping kiri dan kanan mushola, halaman dan teras sekolah menjadi hamparan para santri. Mereka sudah mempersiapkan diri mengikuti kegiatan yang baru saja akan di mulai. 
Para siswi telah mengenakan mukena yang warna warni. Sungguh pemandangan begitu menakjubkan. Guru-guru pun tak mampu menyembunyikan rasa haru. Suasana baru teramat menyentuh. Atmosfer berbeda saat pagi di sekolah. Alunan puja puji bagi Allah dan Rasulullah berkumandang dari suara merdu siswa SDN Kondangjaya 3 sebelum shalat sunnah dimulai. Tidak perduli suara bising kendaraan di jalan. 
Rasa haru tak terkira saat para siswa didampingi para guru berdiri bersiap untuk sholat. Tatkala saya mengucapkan takbiratul ihram, hati saya bergetar hebat, badan saya begitu merinding, mendengarkan suara para siswa mengucapkan "Allahu Akbar" secara serempak. Rasa bahagia yang begitu tulus, telah mendekatkan para siswa-siswa kepada Sang Pencipta-Nya. Sesaat itu, suasana seperti berada di pondok pesantren. 
Ternyata suasana seperti ini bisa memberikan aura/energy positif bagi semua yang ada di lingkungan sekolah. Baik bagi para guru-guru, seluruh karyawan dan khususnya para siswa. Dengan demikian diharapkan ada semangat baru bagi para siswa untuk menghadapi kegiatan pembelajaran. Mereka lebih siap menerima ilmu yang baru. Hati dan fikiran siswa diharapkan lebih terbuka dalam menerima perubahan. Semua itu efek dari dahsyatnya do'a-do'a yang dipanjatkan setelah sholat dhuha.
Banyak hal yang di dapat dari program ini. Selain sebagai pengembangan karakter pada aspek religius, bisa dijadikan juga dalam pengembangan karakter aspek gotong royong dimana siswa sebelum dan sesudah shalat menyiapkan dan membereskan kembali sarana yang telah digunakan saat shalat tanpa disuruh oleh guru. Bisa jadi masih banyak karakter-karakter positif yang bisa dibangun dari program ini. 
Semoga program ini tidaklah sekedar "obor baralak" dalam istilah bahasa Sunda. Ungkapan itu bisa diartikan hanya semangat pada awal-awalnya saja. Dengan demikian perlu dilaksanakan komitmen-komitmen yang sudah diuraikan di atas.
Diposting oleh Erick Panji Sulthon.S.Kom di 08.23 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Memaknai Peringatan Hari Kartini



Pada 26 April 2019, siswa –siswi SD Kondangjaya 3, merayakan Hari Kartini dengan tema Kita Bhinneka Kita IIndonesia.Siang itu suasana sekolah berbeda dengan hari – hari biasanya. Siswa – siswi kelas 4- 5 mengenakan berbagai pakaian adat di Indonesia. Anak anak tampak ceria, cantik –cantik dan tampan. Hari Kartini kita rayakan dengan tujuan meningkatkan semangat juang tokoh emansipasi wanita R.A Kartini, Kita memakai pakaian adat dari berbagai daerah ini memberikan makna bahwa perjuangan Kartini untuk kaum perempuan tidak hanya di Pulau Jawa, tetapi di seluruh Indonesia dari Sabang sampai Papua dan sebagai simbol bahwa banyak Kartini muda dari Sabang sampai Papua.
Bapak Ibu Guru pun tidak mau kalah dengan siswa – siswa. Mereka juga mengenakan baju daerah dari berbagai daerah di Indonesia.Peringatan Kartini bukan sekedar sibuk dengan memakai baju adat, namun Hari Kartini merupakan momen mengenalkan budaya pada generasi penerus bangsa dan melestarikan kekayaan budaya Indonesia. Serta untuk menghargai perjuangan Raden Ajeng (RA) Kartini, yang dikenal sebagai tokoh emansipasi wanita. Menanamkan pendidikan pada anak agar semangat juang pahlawan memberi inspirasi kepada Kartini –Kartini di Kondangjaya. Peringatan hari Kartini diawali dengan upacara pembukaan di halaman sekolah dipimpin oleh Guru Kelas  Meliawati, S.Pd.I. Halaman sekolah pun tampak meriah , Dalam amanatnya disampaikan kisah perjuangan Kartini untuk wanita Indonesia pada masa itu dan masa kini. Semangat Kartini tetap menjiwai para wanita. Selanjutnya acara berkumpul di lapangan lingkungan sekolah.untuk pembagian hadiah.
Kegiatan bertujuan untuk menumbuhkan dan mengembangkan kemampuan anak agar lebih kreatif. Mengapa kita merayakan hari Kartini? Karena kita menghargai jasa Kartini yang telah memperjuangkan hak kaum wanita. Kaum wanita memiliki hak yang sama dalam memperoleh pendidikan. Itulah perjuangan Kartini dalam membebaskan kaum perempuan dari kebodohan. Kini hal tersebut tampak nyata dari banyaknya perempuan yang telah mengenyam pendidikan yang tinggi dan akhirnya memiliki profesi yang sangat baik di bidangnya. Oleh karena itu jangan remahkan perempuan –perempuan dalam kemajuan Indonesia. Banyak pesan yang disampaikan lewat perjuangan yang telah dibangun oleh seorang Kartini muda semasa hidupnya. Bagi wanita masa kini, peran adanya peringatan Hari Kartini tersebut merupakan sebuah kebanggaan tersendiri karena Kartini menjadi pelopor sebuah kemajuan wanita terutama di Indonesia. Majulah wanita –wanita Indonesia untuk bangsa dan negara kita tercinta.

Diposting oleh Erick Panji Sulthon.S.Kom di 07.50 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Senin, 31 Juli 2017

Inilah RPP Kurikulum 2013 Revisi Tahun 2017






Apa yang baru dan menjadi pembeda RPP K13 Revisi 2016 dengan RPP K13 Revisi 2017?

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang dibuat tenaga pendidik harus memunculkan dan menginsert empat macam point yaitu PPK, Literasi, 4C, dan HOTS maka perlu kreatifitas tenaga pendidik untuk meraciknya menjadi RPP yang utuh.

A. Perbaikan atau revisinya antara lain:
1. Mengintergrasikan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) didalam pembelajaran. Karakter yang diperkuat terutama 5 karakter, yaitu: religius, nasionalis, mandiri, gotong royong, dan integritas atau 7 Karakter untuk mapel IPS dari 18 Karakter prioritas.
2. Mengintegrasikan literasi dan menginsert literasi dalam RPP baik sebelum, sedang dan sesudah pembelajaran.
*#Pengertian Literasi* dalam konteks Gerakan Literasi Sekolah adalah kemampuan mengakses, memahami, dan menggunakan sesuatu secara cerdas melalui berbagai aktivitas antara lain membaca, melihat, menyimak, menulis, dan/atau berbicara. Gerakan Literasi Sekolah (GLS) merupakan sebuah upaya yang dilakukan secara menyeluruh untuk menjadikan sekolah sebagai organisasi pembelajaran yang warganya literat sepanjang hayat melalui pelibatan publik. Literasi lebih dari sekadar membaca dan menulis, namun mencakup keterampilan berpikir menggunakan sumber-sumber pengetahuan dalam bentuk cetak, visual, digital, dan auditori. Literasi dapat dijabarkan menjadi Literasi Dasar (Basic Literacy), Literasi Perpustakaan (Library Literacy), Literasi Media (Media Literacy), Literasi Teknologi (Technology Literacy), Literasi Visual (Visual Literacy).
keterampilan abad 21 atau diistilahkan dengan 4C (Creative, Critical thinking, Communicative, dan Collaborative);

Keterampilan abad 21 atau diistilahkan dengan 4C* (Communication, Collaboration, Critical Thinking and Problem Solving, dan Creativity and Innovation). Inilah yang sesungguhnya ingin kita tuju dengan K-13, bukan sekadar transfer materi. Tetapi pembentukan 4C. Beberapa pakar menjelaskan pentingnya penguasaan 4C sebagai sarana meraih kesuksesan, khususnya di Abad 21, abad di mana dunia berkembang dengan sangat cepat dan dinamis. Penguasaan keterampilan abad 21 sangat penting, 4 C adalah jenis softskill yang pada implementasi keseharian, jauh lebih bermanfaat ketimbang sekadar pengusaan hardskill.
3. Mengintegrasikan HOTS (Higher Order Thinking Skill) atau kemampuan berpikir tingkat tinggi Level 3/C4 s/d C6)

*#Higher Order of Thinking Skill (HOTS)* adalah kemampuan berpikir kritis, logis, reflektif, metakognitif, dan berpikir kreatif yang merupakan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Kurikulum 2013 juga menuntut materi pembelajarannya sampai metakognitif yang mensyaratkan peserta didik mampu untuk memprediksi, mendesain, dan memperkirakan. Sejalan dengan itu ranah dari HOTS yaitu analisis yang merupakan kemampuan berpikir dalam menspesifikasi aspek-aspek/elemen dari sebuah konteks tertentu; evaluasi merupakan kemampuan berpikir dalam mengambil keputusan berdasarkan fakta/informasi; dan mengkreasi merupakan kemampuan berpikir dalam membangun gagasan/ide-ide.

*#Gerakan PPK* perlu mengintegrasikan, memperdalam, memperluas, dan sekaligus menyelaraskan berbagai program dan kegiatan pendidikan karakter yang sudah dilaksanakan sampai sekarang.
Pengintegrasian tersebut antara lain:
a. pemaduan kegiatan kelas, luar kelas di sekolah, dan luar sekolah (masyarakat/komunitas);
b. pemaduan kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler;
c. pelibatan secara serempak warga sekolah, keluarga, dan masyarakat;
Perdalaman dan perluasan dapat berupa:
1. Penambahan dan pengintensifan kegiatan-kegiatan yang berorientasi pada pengembangan karakter siswa,
2. Penambahan dan penajaman kegiatan belajar siswa, dan pengaturan ulang waktu belajar siswa di sekolah atau luar sekolah;
3. Penyelerasan dapat berupa penyesuaian tugas pokok guru, Manajemen Berbasis Sekolah, dan fungsi Komite Sekolah dengan kebutuhan Gerakan PPK.
Maka tidak mungkin lagi menggunakan model/metode/strategi/pendekatan yang berpusat kepada guru, namun kita perlu mengaktifkan siswa dalam pembelajaran (Active Learning). Khusus untuk PPK merupakan program yang rencananya akan disesuaikan dengan 5 hari belajar atau 8 jam sehari sedangkan untuk 2 hari merupakan pendidikan keluarga.
Diposting oleh Erick Panji Sulthon.S.Kom di 23.06 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Kamis, 11 Agustus 2016

PENANDATANGANAN PRASASTI PERESMIAN GEDUNG SEKOLAH SDN KONDANGJAYA III










Diposting oleh Erick Panji Sulthon.S.Kom di 21.00 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

GEDUNG SDN KONDANGJAYA III







Diposting oleh Erick Panji Sulthon.S.Kom di 20.47 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

dr. CELLICA NURRACHADIANA MERESMIKAN GEDUNG SD NEGERI KONDANGJAYA III


Pendidikan merupakan sektor penting dalam pembangunan bangsa, untuk memperbaiki kondisi sekarang, hari esok dan masa depan kearah yang lebih baik demi terciptanya generasi penerus yang cerdas. Kegiatan tersebut diresmikan oleh Bupati Karawang dr. Cellica Nurrachadiana, serta dihadiri oleh Drs. H. Asep Hilman, M.Pd selaku kepala dinas pendidikan Provinsi Jawa Barat, Drs. Wowon Widaryat M.Si selaku direktur pembinaan sekolah dasar, Kepala Desa KondangJaya, Camat Karawang Timur, dan Kepala Sekolah SD Negeri KondangJaya. Acara tersebut bertempatan di SD Negeri Kondangjaya III Kampung Betet, Desa Kondang Jaya Karawang Timur pada Selasa (2/8). Dalam sambutannya Bupati Cellica Nurrachadiana menyampaikan bahwa pendidikan adalah nomor satu diatas segala-galanya karena dengan pendidikanlah apa yang kita inginkan dapat tercapai dan dengan pendidikan kita mampu membangun bangsa untuk masa depan yang lebih baik dengan menuaikan ide-ide yang cemerlang karena masa depan bangsa ini ditentukan oleh pemuda-pemudi yang berpendidikan dan yang mempunyai semangat yang tinggi untuk membangung bangsanya. "anggaran BOS harus dioptimalkan dan harus di dahulukan oleh sekolah demi terciptanya situasi mengajar yang kondusif" ujar cellica Sebelumnya Drs. H Asep Hilman, M.Pd menyampaikan dalam sambutannya, sekolah yang telah di revitalisasi harus dapat dijaga dan diperlihara oleh semua pihak mulai dari guru hingga murid SDN Kondangjaya III, karena dengan sekolah yang nyaman, bersih akan terciptanya situasi yang kondusif. "Kami menitipkan sekolah ini untuk dimanfaatkan dengan sebaik mungkin dan diperlihara" ujarnya Drs. Wowon Widaryat, M.Si menyampaikan bahwa Program Revitalisasi ini adalah program tuntas dimana banyak Sekolah Dasar yang masih kurang layak di Indonesia ini, maka dari itu program ini kita prioritaskan untuk siswa siswi agar terciptanya generasi yang cerdas. Revitalisasi ini mengeluarkan anggaran dana sebesar Rp. 2.797.603.000 dan jangka waktu pembangunan gedung sekolah selama 5 bulan terhitung dari 1 Januari sampai dengan 30 Mei 2016.
Diposting oleh Erick Panji Sulthon.S.Kom di 20.04 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Diposting oleh Erick Panji Sulthon.S.Kom di 19.33 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Postingan Lama Beranda
Langganan: Komentar (Atom)

Halaman

  • Beranda

Arsip Blog

  • April (2)
  • Juli (1)
  • Agustus (7)
  • Agustus (1)
Team Operator SDN KONDANGJAYA III. Tema Jendela Gambar. Diberdayakan oleh Blogger.