".....Ya Allah, jika rezeki aku masih di langit maka turunkanlah, jika ada di dalam bumi maka keluarkanlah, jika sulit maka mudahkanlah, apabila itu haram maka sucikanlah, jika jauh maka dekatkanlah. ..."
Itulah penggalan do'a siswa-siswi di SDN Kondangjaya 3 dibimbing oleh para guru setelah selesai melaksanakan sholat dhuha. Kegiatan sholat dhuha ini dilaksanakan setiap hari Jum'at. Mulai pukul 07.00 sampai dengan 07.15 WIB dilanjutkan dengan kegiatan literasi selama lima belas menit sebelum kegiatan belajar belajar dimula pada pukul 07.30 WIB.
Program kegiatan pembiasaan sholat dhuha ini mulai di gagas dan didukung dewan guru .serta komite sekolah pada tahun pelajaran baru 2017/2018. Hal ini dilaksanakan dalam rangka merealisasikan visi dan misi dengan salah satu tujuan sekolah yaitu membangun kepribadian siswa yang religius. Mengambil istilah "banyak jalan menuju roma" diartikan ''banyak jalan menuju religius." Sebelum program pembiasaan sholat dhuha dilaksanakan, berbagai program sekait itu telah direncanakan dan dilaksanakan. Diantaranya pembacaan surat-surat pendek sebelum belajar, sholat dzuhur berjamaah, dan penerapan wajib menggunakan seragam muslim pada hari Jum'at serta himbauan pakaian seragam muslim untuk hari-hari efektif lainnya. Mengingat sekolah ini bukanlah sekolah madrasah. Namun mayoritas siswa-siswi beragama Islam.
Hal pertama yang menjadi dasar pertimbangan saya menggagas program pembiasaan sholat dhuha berjamaah ini, dan kaitannya dengan melaksanakan visi misi sekolah yakni didukung motto yang saya terapkan di sekolah. Motto tersebut adalah "Sekolahku adalah Surgaku".
Banyak jalan terbentang untuk menjadikan siswa-siswi menjadi siswa yang religius. Banyak cara menuju surga. Sekolah tempat bertugas adalah salah satu ladang yang dapat dijadikan sarana untuk membuka pintu surga-Nya Allah. Dengan mengajak, mengarahkan dan membimbing siswa dalam melaksanakan sholat dhuha, saya yakin pahala akan terus mengalir.
Apalagi jika para siswa beberapa tahun, sepuluh atau dua puluh tahun ke depan siswa masih terus membiasakan sholat dhuha, hal itu akan menjadikan amalan dan pahala yang tidak akan putus bagi yang telah mengajarkan dan mendidiknya. Hal itu yang selalu saya yakini sehingga program itu harus tetap dilaksanakan. Meskipun banyak hambatan dan tantangan yang selalu menghadang.
Pertimbangan lain adalah mengenalkan dan menerapkan pembiasaan kepada siswa-siswi untuk selalu melaksanakan sholat sunnah, khususnya sholat sunnah dhuha dengan bimbingan para guru wali kelas maupun guru mata pelajaran.
Dengan demikian sedikitnya telah ikut melaksanakan program pemerintah tentang PPK (Penguatan Pendidikan Karakter) meskipun seharusnya program PPK ini menyatu dengan penerapan Kurikulum 2013.
Awal penetapan program sholat sunnah dhuha berjamaah tidaklah serta merta. kepala sekolah, guru-guru mengadakan rapat dinas sekolah. Berbagai argumentasi telah dipertimbangkan secara matang. Sudah tentu beberapa komitmen harus disepakati dalam mensukseskan program ini.
Di antaranya, dewan guru harus hadir lebih pagi, pengawasan terhadap siswa harus intensif. Terutama pada saat sholat berlangsung. Hal ini dilakukan untuk menghindari siswa saling bercanda pada saat sholat. Untuk pengawasan ini diterapkan guru piket secara bergiliran. Sementara guru-guru yang lain ikut melaksanakan sholat dhuha berjamaah bersama-sama siswa.
Dengan demikian siswa akan merasa tentram dan nyaman saat kegiatan didampingi oleh gurunya. Dalam hal ini guru telah memberikan tauladan buat para siswanya. Itulah beberapa komitmen dengan dewan guru yang harus disepakati.
Hasil pertemuan dengan dewan guru dan seluruh karyawan di sekolah, program ini dikonfirmasikan kepada dewan komite sekolah. Selanjutnya pihak sekolah bekerjasama dengan dewan komite mengadakan sosialisasi kepada para orang tua siswa. Pada saat sosialisasi berlangsung, tidak semua orang tua siswa langsung menerima.
Terutama orang tua kelas satu yang keberatan anaknya ikut sholat dhuha berjamaah. Pertimbangannya, siswanya kerepotan pada saat melepas dan memasang tali sepatu, siswa belum hafal bacaan-bacaan sholat, dan lain sebagainya alasan mereka utarakan. Namun demikian setelah diberikan penjelasan tentang pelaksanaan program ini terhadap para orang tua yang agak keberatan, akhirnya mereka bisa memahami dan menerima. Pada intinya, pihak sekolah ingin menerapkan pembiasaan sholat dhuha dengan tujuan membangun pengembangan karakter siswa dalam aspek religius dengan dilandasi motto sekolahku adalah surgaku bisa terealisasi.
Oleh karena itu program sekolah sebagus apapun jika tidak ada dukungan dan komitmen dari dewan guru, komite sekolah dan orang tua siswa tak akan terlaksana dengan maksimal. Sudah tentu hasilnya juga tidak akan optimal.
Dengan diiringi ucapan "Bismillah..." pada awal bulan pertama di tahun pelajaran baru 2017/2018 tepatnya bulan Juli, program sholat berjamaah di SDN Kondangjaya 3 dimulai. Antusias luar biasa yang ditampilkan para siswa, wajah yang sumringah, muka-muka yang berseri, bercahaya karena terbasuh air wudhu. Mushola sekolah tampak dipenuhi para siswa dengan pakaian sholat lengkapnya. Samping kiri dan kanan mushola, halaman dan teras sekolah menjadi hamparan para santri. Mereka sudah mempersiapkan diri mengikuti kegiatan yang baru saja akan di mulai.
Para siswi telah mengenakan mukena yang warna warni. Sungguh pemandangan begitu menakjubkan. Guru-guru pun tak mampu menyembunyikan rasa haru. Suasana baru teramat menyentuh. Atmosfer berbeda saat pagi di sekolah. Alunan puja puji bagi Allah dan Rasulullah berkumandang dari suara merdu siswa SDN Kondangjaya 3 sebelum shalat sunnah dimulai. Tidak perduli suara bising kendaraan di jalan.
Rasa haru tak terkira saat para siswa didampingi para guru berdiri bersiap untuk sholat. Tatkala saya mengucapkan takbiratul ihram, hati saya bergetar hebat, badan saya begitu merinding, mendengarkan suara para siswa mengucapkan "Allahu Akbar" secara serempak. Rasa bahagia yang begitu tulus, telah mendekatkan para siswa-siswa kepada Sang Pencipta-Nya. Sesaat itu, suasana seperti berada di pondok pesantren.
Ternyata suasana seperti ini bisa memberikan aura/energy positif bagi semua yang ada di lingkungan sekolah. Baik bagi para guru-guru, seluruh karyawan dan khususnya para siswa. Dengan demikian diharapkan ada semangat baru bagi para siswa untuk menghadapi kegiatan pembelajaran. Mereka lebih siap menerima ilmu yang baru. Hati dan fikiran siswa diharapkan lebih terbuka dalam menerima perubahan. Semua itu efek dari dahsyatnya do'a-do'a yang dipanjatkan setelah sholat dhuha.
Banyak hal yang di dapat dari program ini. Selain sebagai pengembangan karakter pada aspek religius, bisa dijadikan juga dalam pengembangan karakter aspek gotong royong dimana siswa sebelum dan sesudah shalat menyiapkan dan membereskan kembali sarana yang telah digunakan saat shalat tanpa disuruh oleh guru. Bisa jadi masih banyak karakter-karakter positif yang bisa dibangun dari program ini.
Semoga program ini tidaklah sekedar "obor baralak" dalam istilah bahasa Sunda. Ungkapan itu bisa diartikan hanya semangat pada awal-awalnya saja. Dengan demikian perlu dilaksanakan komitmen-komitmen yang sudah diuraikan di atas.







